Oleh: si Raja Cilik | 20 Januari 2010

Tadaima….

Dah lama aku ga menulis seuatu. Terakhir aku nulis tanggal 22 Agustus 2009. Tapi sayangnyaaku belum punya ide untuk kucurahkan disini. Jadi untuk sementara aku cuma nulis kalo aku dah kembali lagi di sini. Karena terlalu senangnya maen FB sehingga aku lupa kalo juga punya situs yang harus aku urus. Selain itu juga sudah membuat otakku untuk malas berfikir lagi tentang tulisan yang akan aku post disini.

Oke segini ja. Tunggu tulisan terbaruku nanti ya… ^_^

Oleh: si Raja Cilik | 22 Agustus 2009

Kenapa Kau Tak Mati Saja

Kamu yang telah membuat aku sengsara
Aku ingin kamu mati sekarang juga
Aku ingin kamu mati di bawah telapak kakiku
Di bawah telapak kaki yang menginjak wajahmu
Di bawah telapak kaki tergeletak seorang bajingan
Bajingan yang telah merebut segalanya dariku
Bajingan yang telah menghancurkan semua mimpiku
Kenapa aku harus bertemu dengan kamu, ASU!

Sadarkah kau,
waktuku habis hanya untuk memenuhi kemauanmu.
badanku terkuras hanya untuk melayani rengekanmu
hartaku menguap hanya untuk menyenangkanmu
mimpiku hancur hanya untuk terbujuk dengan manisnya kata-katamu

Dasar makhluk sok tau
untuk apa kamu ikut campur dalam hidupku
yang ternyata hanya untuk menghancurkan mimpiku

Aku ingin mendengar suara rintihanmu
Suara rintihan ajal menghampirimu
Aku ingin kamu mati sekarang juga
matilah kamu di bawah telapak kakiku

Aku ingin kamu mati sekarang juga, ASU!!!

Oleh: si Raja Cilik | 21 Agustus 2009

Tertipu

Untuk kesekian kalinya aku tertipu
cantiknya parasmu…
lembutnya hatimu…
ramah tutur katamu…

kau telah membawaku
ke dalam jurang neraka.
Kau tarik diriku,
ketika aku mulai terjaga.
Lalu kau campakkan aku,
ketika aku berada di dalamnya.

Kali ini,
aku takkan lagi terbujuk rayu
oleh semua keindahan dirimu.
Semua yang kau berikan kepadaku
hanyalah semu.

Biarkanlah aku sendiri berjalan
dalam duniaku.
Mencari cinta sejati
yang tak pernah jadi semu.

Setan…
dengarlah…
Pergilah kau dari duniaku!!!

Oleh: si Raja Cilik | 18 Agustus 2009

Ketika Aku Berjuang

Apakah kau merindukanku?
Apakah kau menantiku untuk pulang?
Apakah kau mendoakan kesuksesanku?
Apakah kau masih mencintaiku?

Bolehkah aku tahu
apa yang ada di dalam benakmu
apa yang ada di dalam hatimu

sayang…
aku ingin pulang
aku ingin di sampingmu
aku ingin di hatimu selalu

tunggu aku pulang.

Oleh: si Raja Cilik | 18 Agustus 2009

Aku Ingin menjadi Orang Gila

aku ingin menjadi orang gila yang selalu berkhayal…

menjadi pangeran, membasmi pejahat, membunuh naga dan menyelamatkan putri yang cantik.

menjadi pendekar, mengalahkan setiap orang yang datang menantang.

menjadi ilmuwan, menciptakan benda yang dapat merubah dunia.

menjadi Ustadz, mengajari anak-anak mengaji dan menikahi seorang akhwat yang cantik.

menjadi playboy, memacari banyak wanita cantik.

menjadi pemuja seks, melakukan seks dan menikmati keperawanan dari setiap gadis yang bersamaku.

menjadi orang kafir, tidak mengenal Tuhan dan tidak mengenal dosa.

Oleh: si Raja Cilik | 17 Agustus 2009

Bagaimana Aku Bisa Melupakanmu?

Bagaimana caranya agar aku bisa melupakanmu…

Dirimu…
Dirimu yang telah mencuri hatiku

Menghisap seluruh jiwaku
mengisi semua bilik kosong dalam dadaku
Mengendalikan kinerja otakku
Menyulut dan memadamkan api semangatku
Menjadi seorang dalang yang mengendalikan aku sebagai bonekamu

Bagaimana caranya agar aku bisa melupakanmu…

Oleh: si Raja Cilik | 14 Agustus 2009

Ketika Hatiku Menangis…

Sebuah pertanyaan melintas….
Siapakah mereka orang yang paling beruntung?

Ada yang menjawab,
‘merekalah yang bisa terhindar dari malapetaka’

Bagiku, mereka yang paling beruntung adalah:
Orang-orang yang bisa mendapatkan hati
dari orang yang mereka cintai dengan sepenuh hati.
yang telah membuat mereka menjadi merasa lebih baik.
yang karenanya, memiliki keinginan untuk berubah.
yang karenanya, melakukan hal yang diluar batas kemampuannya.
yang karenanya, ingin meraih bintang di langit.
yang karenanya ingin merubah dunia menjadi lebih baik.
yang karenanya pula menjadi hancur lebur ketika ditinggal pergi.

wahai bidadari yang selalu aku damba,
hatiku selalu padamu
tak ada hati yang aku harapkan selain hatimu.
hingga ajal menjemput,
hatiku akan tetap kuberikan padamu.

hingga ajal menjemput…..

Oleh: si Raja Cilik | 5 Agustus 2009

Sejauh Mana Kedewasaan Kita?

Suatu malam ketika aku pulang dari warnet sekitar pukul 23.30. Karena merasakan perut yang lapar setelah mengerjakan tugas dan mencari referensi di internet, aku mampir di sebuah warung yang ada di depan warnet tersebut. Aku senang bange membeli makanan ketika malam di warung tersebut. Karena ada televisinya trus kadang pelayannya suka nonton acara-acara yang aneh (menurutku, karena aku sendiri jarang nonton televisi kecuali berita dan moto GP ^_^).

Ceritanya malam itu aku sedang membeli makanan. Kebetulan pelayannya sedang nonton acara reality show (yang diformat seperti acara talk show) yang ditanyangin oleh salah satu stasiun televisi swasta. Ketika melihat nama acara tersebut, aku jadi teringat temanku yang bercerita tentang acara tersebut. Sambil menikmati makananku, aku ikuti acara tersebut. Dalam acara tersebut awalnya para pesertanya bercerita tentang pengalamannya kepada si pembawa acara. Namun, tiba-tiba terjadi pertengkaran di antara para peserta tersebut. Pertengkaran tersebut terjadi karena salah satunya membuka rahasia yang disimpan oleh peserta lainnya. Anehnya lagi para penonton yang hadir malah menyoraki kedua peserta tersebut. Begitu singkatnya.

Setelah melihat acara itu aku nggak habis pikir. Betapa bangganya mereka membuka aib orang lain di hadapan orang banyak. Seperti acara-acara reality show lainnya. Setiap saluran televisi berusaha membuat acara reality show yang bisa membuat banyak penonton tertarik ke acara tersebut. Ga peduli harus buka aib orang lain ato diri sendiri. Mereka serasa udah seperti menjadi seorang detektif, kayak detektif Conan, yang udah membeberkan semua kejelekkan dari orang yang mereka benci ato cari. Mereka ngrasa udah menjadi superhero ketika mereka mendengarkan cerita yang trus menjadi pertengkaran lalu melerainya di hadapan orang banyak. Bahkan mereka melakukannya dengan terang-terangan tanpa rasa malu.

Aku mendengar dari si pembawa acara ngomong, “Bukankah kita sekarang udah dewasa..” Apa? Dewasa seperti apa yang dia maksud? Apakah dengan cara kayak gini bisa disebut dewasa? Kebanggan membuka aib orang lain disebut dewasa? Becanda ya?

Bukankah yang namanya aib itu harus kita jaga bukan untuk disebar-sebarkan dan jadi konsumsi publik. Bukankah yang namanya masalah itu dibicarakan dengan baik-baik dan buat mendapatkan jalan keluarnya. Kenapa harus disebarkan dan dibanggakan.

Sepertinya masyarakat kita terbiasa dengan kebanggaan terhadap perilaku buruk. Mulai dari anak kecil sampai orang tua. Anak-anak SD misalnya, mereka bangga sekali waktu mereka bisa nyontek dan ga ketahuan sama guru mereka. Lalu ada orang yang bangga ketika dia bisa menjegal rekan kerjanya supaya dia bisa dapat kedudukan yang lebih tinggi. Bangga menjadi preman yang ditakuti di daerahnya. Bangga menjadi penyelundup sukses. Tapi apakah ada yang bangga terhadap seorang petani yang dapat menyekolahkan anaknya hingga ke luar negeri? Adakah yang bangga terhadap petani yang berhasil mendidik anaknya menjadi seorang yang cerdas? Setahuku blom ada….

Jika masyarakat kita masih seperti ini, aku yakin bangsa kita ga akan pernah bisa maju jadi seperti yang kita harapkan. Terbuai dengan indahnya mimpi tanpa mau berjuang. Terpaku dengan tontonan-tontonan ga bermutu yang cuma bisa melakukan pembodohan publik. Aku yakin para pahlawan dan Mbah Surip sekalipun akan menangis di alam sana.

Apakah kita masih tetap ingin hidup di negeri yang isinya cuma ada para pengkhayal ato yang isinya ada para pengejar khayalan? Tetap semangat untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik. MERDEKA!!!! (kan mo 17an ^_^)

Oleh: si Raja Cilik | 4 Agustus 2009

Rewrite

Sebuah lagu berjudul Rewrite, dari sebuah grup band asal Jepang bernama Asian Kung-fu Generation, telah membuatku berpikir tentang sesuatu. Lagu yang juga jadi Opening song di serial Fullmetal Alchemist ini memiliki maksud yang simple tapi lumayan berarti.

Seperti yang dah aku jelasin tadi bahwa lagu ini pernah jadi Opening song dari serial Fullmetal Alchemist, terutama di beberapa seri terakhir. Kisahnya pun sesuai dengan tema dari lagu tersebut. Bercerita tentang seorang kakak yang ingin memperbaiki segala kesalahannya agar si adik dapat kembali normal dan memulai sebuah hidup yang baru.

Yup,… Itu yang aku maksudkan. Aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, entah itu besar ato kecil. tapi itu bukanlah suatu alasan untuk menjadi lemah dan menyerah pada masalah. Jadikan maslah itu sebagai batu loncatan untuk merubah hidup kita. Setelah tau akan masalah yang dihadapi dan juga di sebelah mana kelemahan kita, masukan semua itu dalam “buku referensi”. Cobalah untuk me”revisi” segala kesalahan yang udah dilakukan, dengan melihat kesalahan yang dah lalu. Jangan sampai terulang lagi. Slama kita masih mendapatkan masalah yang sama, mungkin memeang di situlah kelemahan kita yang harus diperbaiki. Misalnya, kita selalu dihadapkan dengan masalah yang berhubungan dengan memilih hal yang akan jadi prioritas. Berarti mungkin di situlah kelemahan kita dalam menentukan hal yang jadi prioritas.

Kali ini aku blom bisa menulis banyak tentang me”rewrite” hidup ini. Karena aku juga baru saja me”rewrite” hidupku di buku kehidupan yang baru aku beli di toko buku alam semesta kemarin. Jadi marilah kita bercermin dari kesalahan yang lalu dan usahakan untuk tidak terulang lagi.

Jika kita melakukan kesalahan dalam hidup, cobalah untuk menulis ulang hidupmu yang baru dan lebih baik. Gitu katanya AKG ^_^

Oleh: si Raja Cilik | 2 Agustus 2009

Perencanaan

Kali ini aku akan menulis tentang perencanaan. bagi kalian yang ingin mengerti tentang perencanaan. Perencanaan adalah rancangan yang tersusun.

Kadang juga kita pernah berpikir kalo mengapa kita harus merencanakan sesuatu. Apakah hidup kita juga perlu sebuah perencanaan? Jawabannya adalah… Perencanaan itu perlu dan termasuk hidup kita juga perlu sebuak perencanaan.

Dengan sebuah perencanaan, kita bisa melakukan hal-hal yang harus kita selesaikan dengan teratur. Tanpa perencanaan, semua kegiatan kita juga bisa amburadul alias kacau balau. Perencanaan diperlukan untuk membantu kita masalah mana yang harus diselesaikan lebih dahulu dan mana yang bisa diselesaikan belakangan. Perencanan yang kurang matang pula bisa membuat kita kesulitan di ujung usaha kita. Dalam membuat perencanaan kita juga harus pandai-pandai melihat keadaan dan juga peluang di masa yang akan datang. Karena masa depan adlah hal yang belum pasti dan harus mulai kita ciptakan dari sekarang, maka sangatlah perlu kita membuat sebuah perencanaan. Seperti hidup kita yang masih tak pasti. Tergantung bagaimana kita mengawalinya pada hari ini.

Dalam membuat sebuah perencanaan cobalah juga terapkan “punishment and reward”, artinya “hukuman dan penghargaan” pada diri kita. Misal, ketika kita bisa melaksanakan rencana yang sudah kita buat dengan baik, berikanlah ‘reward’ kepada diri sendiri; misal tidur seharian setelah nglembur pekerjaan semalam suntuk ^_^. Juga ‘punishment’ ketika kita gagal melaksanakan rencana. Dengan begitu diri kita akan selalu berusaha untuk menjalankan sesuatu dengan baik dan teratur.

Perencanaan yang kacau akan memberikan akhir yang kacau pula. Perencanaan yang matang akan memberikan hasil yang menggembirakan. Terutama dalam membuat sebuah erencana tentang hidup. Kita juga harus tau kemampuan diri kita. Jangan sampai dalam perencanaan tersebut terdapat dua hal besar yang akan dilelesaikan secara bersamaan. Kalo kita mampu sih ga papa. Coba kalo ga…… Jangan sampai perencanaan tersebut malah membuat kita sendiri jatuh tak berdaya.

Mari kita buat sebuah perencanan yang matang demi masa depan yang lebih baik.

NB: Masukan juga saat-saat berdoa dan berdua dengan Tuhan di dalam perencanaanmu. Semoga Tuhan membantu kita. Amin. ^_^

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.